Selasa, 16 Juli 2013

105 Tahun Khilafat Ahmadiyah yang Mengherankan

Ajaib, ahmadiyah yang dianggap sesat ternyata justru telah memiliki sytem khilafat yang telah berumur 105 tahun.  Benar-benar di luar perkiraan.  System khilafat yang dibangun pun mengikuti prinsip-prinsip islam.

Khilafat ahmadiyah berdiri tanggal 27 Mei 1908 sehari setelah meninggalnya Mirza Ghulam Ahmad.  Sebelum Mirza Ghulam Ahmad dimakamkan, anggota ahmadiyah berkumpul, kemudian ditunjuklah Alhajj Hakim Nuruddin menjadi penerus Mirza Ghulam Ahmad untuk mengemban missi ahmadiyah, menyebarkan pesan islam ahmadiyah ke seluruh dunia dan membina seluruh anggotanya. Sebelum kewafatannya Mirza ghulam Ahmad menulis sebuah buku yang berisi pemberitahuan mengenai kewafatannya yang sudah dekat dan ia juga menata metodologi kerohanian, keuangan, dan operasional jamaahnya dalam buku yang berjudul alwasiyat.  Di dalamnya berisi wasiyat bagi seluruh warga ahmadiyah dan petunjuk-petunjuk bagi masa depan ahmadiyah.  Mengenai khilafat itu bahkan Ghulam Ahmad menulis:
“… adalah penting bagi kalian untuk menyaksikan Manifestasi (madzhar) kedua juga, dan kedatangannya lebih baik bagi kalian karena ini kekal, kelangsungannya tidak akan berakhir sampai hari kiamat. Dan Manifestasi kedua tidak bisa datang kecuali aku pergi. Tapi ketika aku pergi, Allah akan mengirim Manifestasi kedua itu bagi kalian, yang akan selalu tinggal bersama kalian seperti yang dijanjikan oleh Allah dalam Barahin Ahmadiyah. Dan janji ini bukan untukku. Sebaliknya janji ini adalah untuk kalian, sebagaimana Allah [berbicara kepadaku] berfirman: Aku akan menjadikan Jemaat ini yang merupakan pengikutmu, menang atas yang lain sampai hari kiamat. [Al Wasiyyat]
Khilafatnya yang kini dijabat Hazhrat Mirza Masroor Ahmad (khalifah ke 5 dalam silsilah Ahmadiyah) telah membawahi 200 keamiran di 200 negara di seluruh dunia dengan pengikut lebih dari 200.000.000 orang hampir sama dengan penduduk Indonesia.  Jika seluruh anggota ahmadiyah ini terkumpul di suatu tempat tak pelak lagi sudah bisa menjadi sebuah negara sendiri, tapi itu tidak dilakukan oleh Ahmadiyah karena gerakannya yang mengharamkan politik.  Seluruh pengikut Ahmadiyah di dunia dianjurkan untuk taat dan patuh pada pemerintahan dimanapun mereka tinggal.
13705925211414966817
Mirza Masroor Ahmad khalifah ahmadiyah V (sumber: alislam.org)
Dalam memilih khalifahnya pun ahmadiyah jauh dari hingar bingar kampanye dan segala sesuatu yang berbau politik.  Begitu seorang khalifah meninggal maka satu atau dua hari segera berkumpul perwakilan ahmadiyah dari seluruh dunia guna memilih khalifah pengganti.  Uniknya mereka memilih tanpa mengetahui terlebih dahulu kandidat-kandidat yang akan dipilih.  Begitu perwakilan dari seluruh dunia yang berhak memilih dan dipilih sebagai khalifah berkumpul di suatu tempat, barulah dipersilahkan mengusulkan nama-nama untuk dipilih.  Nama-nama itu diusulkan secara mendadak.  pribadi yang diusulkanpun bukanlah orang yang mengusulkan dirinya atau seseorang yang menginginkan jabatan khalifah itu.  Begitu nama-nama itu didapat barulah diadakan voting tanpa banyak perkenalan mengenai kandidat.  Yang memperoleh suara terbanyak itulah yang diangkat sebagai khalifah, yang kemudian mengambil sumpah baiat dari seluruh anggota ahmadiyah di seluruh dunia.
1370593031289405142
Menarik, menjelang pemilihan khalifah seluruh anggota ahmadiyah dan perwakilan ahmadiyah yang menjadi panitia pemilihan khalifah dari seluruh dunia hanya diinstruksikan untuk berdoa dan tidak diperkenankan membicarakan siapa yang hendaknya dipilih menjadi khalifah.
Cara itu telah berlangsung selama lima periode pemilihan khalifah, selama itu juga jarang terdengar keberatan atau protes kepada khalifah.  Tidak ada keberatan mengenai sikap khalifah, keberatan mengenai kepemimpinannya atau lain sebagainya.  keberatan terhadap seorang khalifah pernah terjadi hanya pada khalifah ahmadiyah yang kedua Basyiruddin Mahmud Ahmad.  Keberatan itu muncul dari kelompok Ahmadiyah Lahore yang menganggap bahwa lembaga khilafat tidak diperlukan setelah Mirza Ghulam Ahmad.  Mereka beranggapan hanya anjuman ahmadiyah lah yang seharusnya tegak bukan khilafat.  Tapi keberatan itupun tak meruntuhkan khilafat ahmadiyah.
Khalifah ahmadiyah yang sudah dijabat 5 kali secara bergantian itu pun selalu dijabat seumur hidup.  Tercatat: AlHajj Hakim Nuruddin, Basyiruddin Mahmud Ahmad, Mirza Nasir Ahmad dan Mirza tahir Ahmad menjabat khalifah seumur hidup hingga kematian mereka.  Belum ada dalam sejarah ahmadiyah seorang khalifah diberhentikan atau diturunkan dari jabatannya sebelum kematiannya.
Unik, disaat umat islam berusaha menegakkan lagi lembaga khilafat dan selalu menemui dinding penghalang ahmadiyah justru berhasil menghidupkan lembaga itu dengan caranya sendiri.  Hizbut tahrir yang sudah melakukan expansi kebeberapa negara islam pun hingga hari ini belum berhasil menegakkan khilafat.  Hanya slogan khilafat yang mereka perdagangkan.  Bak memperdagangkan barang yang belum terwujud.
Arab Saudi pun yang memiliki pengaruh besar di dunia Islam juga kekayaan yang melimpah tak sanggup merangkul dunia Islam untuk menegakkan khilafat.  Keinginan raja Saudi untuk menjadi khalifah pun hingga kini hanya menjadi kisah pengantar tidur.

By, Arif Sadewa (KOMPASIANA)

Ahmadiyah Teraniaya Tetap Berjasa untuk Bangsa dan Agama

13720438521233637836

Golongan yang begitu diterima oleh masyarakat Eropa nyatanya tidak di Indonesia..
Sejarah Ahmadiyah di Indonesia penuh dengan luka namun anehnya penuh juga dengan jasa. Coba lihat rentetan peristiwa penganiayaan atas Ahmadiyah :
  1. Tahun 1993 : Sukawening (Garut) satu masjid dirusak hingga rata dengan tanah

  2. Tahun 2001 : Sambielen (Lombok) : masjid dibakar, satu orang dibunuh dan harta dijarah

  3. Tahun 2002 : Cilacap(Jateng) : satu masjid dibuat rata dengan tanah, Kuningan (Jabar) : delapan masjid dan rumah dirusak parah

  4. Tahun 2003 : Tolenjeng (Tasikmalaya) : masjid dirusak

  5. Tahun 2004 : Kuningan (Jabar) Delapan masjid dirusak beserta rumah warga, Parigi (Jabar) satu masjid dirusak, Arjasari (Bandung) satu masjid dirusak,

  6. Tahun 2005 : Sintang (Kalbar) : satu masjid dan rumah dirusak, Wajo (Sulsel) satu masjid dirusak, Parung (Jabar) markas Ahmadiyah diserang, Ciaruteun (Jabar) satu masjid dirusak, Kuningan (Jabar) delapan masjid disegel masa, Pangauban (Jabar) warga Ahmadiyah dipaksa keluar, Cianjur (Jabar) masjid dan rumah dirusak, Sadasari (Jabar) masjid dirusak

  7. Peristiwa seperti diatas berlangsung terus menerus, parahnya lagi 2011 tiga orang Ahmadiyah tewas mengenaskan dibunuh ramai-ramai yang membuat malu di mata dunia internasional
Bayangkan jika kita anggota Ahmadiyah bagaimana setiap harinya akan mengalami cemoohan dan hinaan yang menyakitkan hati. Ditambah lagi keluar SKB dan berbagai pelarangan mulai dari tingkat Gubernur sampai Walikota. Lengkap rasanya penderitaan mereka.
Uniknya tidak pernah terdengar sedikitpun Ahmadiyah ini melalukan perlawanan anarkis. Jika perlakuan ini terjadi pada golongan kita mungkin akan kita habisi siapapun yang berani mengganggu. Kenapa Ahmadiyah tidak melakukan itu yah?
ANEH BIN AJAIB dibalik penganiayaan kepada Ahmadiyah mereka malah mencetak sejarah yang gemilang bagi bangsa ini bahkan sebelum Bangsa ini merdeka.
Banyak juga jasa dari pengikut Ahmadiyah ini missal saja 1947 : Sayid Syah Muhamad Al-Jaelani meneriman 3 penghargaan dalam usahanya memerdekakan Indonesia.1966 : Arif Rahman Hakim seorang anggota Ahmadiyah digelari Pahlawan Ampera. Mencengangkan lagi, WR Supratman penciptan lagu kebangsaan “Indonesia Raya” dan “Ibu Kita Kartini” juga seorang Ahmadiyah. Mungkin masih banyak lagi yang tak dapat saya ketikan di sini.
Tak berhenti disitu saja, sekarang pun Ahmadiyah tercatat sebagai salah satu organisasi Pendonor Mata, Pendonor Darah terbesar dinegeri ini (awas jangan-jangan darah dan mata kita mengalir jasa Ahmadiyah ..hehe..) juga peran dalam social dalam lembaga “Humanity First” dan badan pengobatan Homeopathy telah melayani bangsa ini.
SUNGGUH TER-LA-LU Ahmadiyah ini, banyak juga jasa mu bagi bangsa ini walaupun dirimu dicaci-dibenci
Kata Ulama Ahmadiyah itu sesat musuh umat Muhammad saw., namun rasanya kok mereka itu bermanfaat seperti ajaran suci Muhamad saw.
 By. Anom Manembah (Kompasiana)

Minggu, 19 Mei 2013

Masjid Ahmadiyah Terbesar di BC diresmikan 18 Mei 2013 (Video)


Masjid Ahmadiyah terbesar di BC akan diresmikan di Delta, Sabtu (18 Mei 2013) di 9750, pukul 11 pagi.

Jemaat Ahmadiyah mengajak semua masyarakat British Columbia pada peresmian umum Masjid Baitur Rahman dari 11.00 sampai 14.00. Ribuan tamu termasuk para pejabat diharapkan akan menyaksikan acara pembukaan tersebut.


Ahmadiyah mengajak masyarakat British Columbia untuk mengunjungi resmi kami (www.vancouvermosque.com) dan mendaftarkan diri untuk partisipasi kehadirannya.


Masjid Baiturrahman akan menjadi salah satu masjid terbesar di British Columbia.


Ini adalah suatu kehormatan besar bagi Jemaat Ahmadiyah Kanada bahwa masjid ini akan diresmikan oleh Hadhrat Mirza Masroor Ahmad. Beliau adalah pemimpin agama dunia yang terdepan memperjuangkan dialog antar agama dan perdamaian dunia.


Masjid Baitur Rahmad akan menjadi tempat umum untuk mengadakan kegiatan dialog lintas agama dan komunitas dengan orang-orang dari semua agama untuk mengembangkan perdamaian dan kerukunan.

Sabtu, 30 Maret 2013

Saatnya Untuk Mengetahui Akhlak Sejati Nabi Muhammad saw


Muhammad messenger of peace
By Saima Ahmad | March 5, 2013
Ahmadiyya Times | News Watch | US Desk
Source/Credit: Atlanta Muslim Examiner

Dalam beberapa headline yang lalu seperti "Seorang Perempuan dituduh mendorong seorang seorang pria di depan kereta karena membenci Hindu dan Muslim", "Penembakan di Kuil Sikh di Wisconsin yang menewaskan sekitar 7 orang, termasuk sang penembak" atau "Masjid Missouri hancur Karena kebakaran yang kedua dalam satu bulan" adalah contoh kecenderungan yang mengkhawatirkan yang dilandasi kebencian di Amerika. Sebagian orang mengatakan bahwa ini adalah karena meningkatkan sentimen Islam, imbas dari "ekstremis Islam" yang telah menggangu perdamaian dan merenggut nyawa yang tak berdosa di seluruh dunia. Memang bahwa hal itu tampaknya merupakan salah satu kemungkinan alasan yang ada, tetapi sebuah studi tahun lalu juga menunjukkan bahwa meningkatnya 'Islamophobia' tahun lalu juga bisa dilacak berupa jutaan dolar yang dihabiskan untuk media mainstream oleh beberapa organisasi yang mendukung 'kebencian anti-muslim di Amerika' dalam satu dekade setelah 11 September.

Dalam hal ini bangsa yang beragam dimana satu dari lima memilih untuk memisahkan diri dari agama apapun atau mereka yang memiliki pengetahuan agama yang kurang, ada kebutuhan yang besar bagi orang-orang untuk berhenti dari hidup dalam ketakutan terhadap penduduk yang kurang dari satu persen di negeri ini yang menyebut diri mereka Muslim.

Jamaah Muslim Ahmadiyah USA memberikan kesempatan langka kepada semua keyakinan agama dan etnis untuk mempelajari lebih jauh tentang pendiri Islam Muhammad (saw) dengan menghadiri konferensi yang bertajuk "Muhammad, Messenger of Peace" yang diadakan di 73 cabang Ahmadiyah di Amerika. 

Sementara umat Islam meyakini bahwa Nabi Muhammad saw telah diutus sebagai rahmat bagi seluruh umat manusia (Quran 21:108), Muhammad saw disisi lain masih menjadi seorang pemimpin yang sangat banyak disalahpahami di dunia saat ini. Dalam kata-kata Mahatma Gandhi, "Saya menjadi lebih yakin dari sebelumnya bahwa bukanlah pedang yang memenangkan Islam...Saya semakin bertambah yakin bahkan kemenangan yang didapat oleh Islam pada masa-masa itu bukanlah dari ayunan pedang...kesederhanaannya yang gigih, keikhlasan Nabi yang telah mencapai puncaknya, kehati-hatian terhadap semua amanat yang diembannya, pengabdian yang mendalam terhadap para sahabat dan pengikutnya, keberaniannya, ketidaktakutannya, keyakinan yang sempurna terhadap Tuhan dan misinya."

Tidak ada yang meragukan kecintaan umat Islam terhadap Nabi Muhammad (saw) atau keinginan mereka untuk menegakkan kehormatannya setiap saat. Namun, kesediaan beberapa orang untuk mengabdikan diri mereka sendiri atau orang lain untuk menanggapi penghinaan sayangnya tidak Islami. Pemimpin Jamaah Muslim Ahmadiyah seluruh dunia, Mirza Masroor Ahmad menjelaskan bahwa cara yang tepat untuk menunjukkan kecintaan kepada Nabi Muhammad saw adalah dengan 'menerapkan praktek ajaran Islam dalam amal sehari-hari". Lebih lanjut beliau menambahkan bahwa, "adalah sia-sia dengan beraksi dengan cara membakar atau merusak fasilitas-fasilitas... atau membunuh..ejekan tidak akan mempengaruhi kehormatan dan martabat Nabi Muhammad saw."

Dalam dunia modern orang-orang dari agama lain akan biasa-biasa saja tiap kali pendiri agama mereka tidak dihormati, tetapi untuk kepentingan memelihara perdamaian dan untuk mengurangi permusuhan antara orang-orang dari kepercaaan yang berbeda, mengejek, menghina setiap pendiri agama harus dihindari. Hal ini sangat penting karena tindakan tersebut melampaui batas-batas nilai kasih sayang dan kebaikan yang diajarkan oleh semua agama di dunia.

Meskipun sangat penting untuk menggalakkan dialog antar agama dan pendidikan tetapi sama pentingnya bagi umat Islam untuk menghentikan reaksi yang tak rasional setiap kali mereka yang fanatik terhadap agamanya tidak menghormati Rasulullah saw melalui kartun atau film. 

Dengan menggelar konferensi untuk menyajikan akhlak sejati Nabi Muhammad saw oleh Ahmadiyah Amerika hal itu merupakan respon yang bersifat mendidik oleh masyarakat untuk membangun jembatan saling memahami.

Kunjungi www.muslimsforpeace/events untuk tahu lebih lanjut tentang upaya ini dan menemukan kegiatan yang terdekat.

Terjemah: Jusman

MTA LIVE STREAMING


Minggu, 11 November 2012

Jamaah Ahmadiyah Nigeria meluluskan 43 Hafiz Quran dan 22 Mubaligh






Syukur Alhamdulillah kita pajatkan kepada Allah taala bahwa saya ingin menginformasikan kepada semua warga Ahmadi bahwa Jamiah Ahmadiyah Nigeria dan Madrosatu Tahfidhul Qur'an Nigeria telah menggelar upacara wisuda bagi Mubaligh-Mubaligh baru dan Hufadh-ul-Qur'an pada hari Minggu 15 Juli 2012.

Sebanyak 43 Hafiz Qur'an dan 22 Mubaligh lulus dari dua sekolah Ahmadiyah tersebut.

Puncak acara adalah pengumuman bahwa insyallah Madrasah-u-tahfidh-ul-Qur'an Nigeria segera akan mengadakan upacara wisuda Hufaadhat-ul-Qur'an (Hafidh perempuan ) pertama.

Silahkan bergabung dalam acara perayaan ini, terutama Huzur kita tercinta Hadhrat Mirza Masroor Ahmad (atba), Amir Jamaah Ahmadiyah Nigeria Alhaj (Dr) Mash-hud Adenrele Fashola dan Raisuttabligh Ahmadiyah Nigeria, Maulana Abdul Khalique Nayar pada kesempatan ini. (jusman)

Sumber: http://www.themuslimtimes.org/2012/07/religion/islam/ahmadiyya-muslim-jamaat-nigeria-graduates-39-hafiz-e-quran-and-22-missionaries