Golongan yang begitu diterima oleh masyarakat Eropa nyatanya tidak di Indonesia..
Sejarah Ahmadiyah di Indonesia penuh dengan luka namun anehnya penuh juga dengan jasa. Coba lihat rentetan peristiwa penganiayaan atas Ahmadiyah :
- Tahun 1993 : Sukawening (Garut) satu masjid dirusak hingga rata dengan tanah
- Tahun 2001 : Sambielen (Lombok) : masjid dibakar, satu orang dibunuh dan harta dijarah
- Tahun 2002 : Cilacap(Jateng) : satu masjid dibuat rata dengan tanah, Kuningan (Jabar) : delapan masjid dan rumah dirusak parah
- Tahun 2003 : Tolenjeng (Tasikmalaya) : masjid dirusak
- Tahun 2004 : Kuningan (Jabar) Delapan masjid dirusak beserta rumah warga, Parigi (Jabar) satu masjid dirusak, Arjasari (Bandung) satu masjid dirusak,
- Tahun 2005 : Sintang (Kalbar) : satu masjid dan rumah dirusak, Wajo (Sulsel) satu masjid dirusak, Parung (Jabar) markas Ahmadiyah diserang, Ciaruteun (Jabar) satu masjid dirusak, Kuningan (Jabar) delapan masjid disegel masa, Pangauban (Jabar) warga Ahmadiyah dipaksa keluar, Cianjur (Jabar) masjid dan rumah dirusak, Sadasari (Jabar) masjid dirusak
- Peristiwa seperti diatas berlangsung terus menerus, parahnya lagi 2011 tiga orang Ahmadiyah tewas mengenaskan dibunuh ramai-ramai yang membuat malu di mata dunia internasional
Bayangkan jika kita anggota Ahmadiyah bagaimana setiap harinya akan mengalami cemoohan dan hinaan yang menyakitkan hati. Ditambah lagi keluar SKB dan berbagai pelarangan mulai dari tingkat Gubernur sampai Walikota. Lengkap rasanya penderitaan mereka.
Uniknya tidak pernah terdengar sedikitpun Ahmadiyah ini melalukan perlawanan anarkis. Jika perlakuan ini terjadi pada golongan kita mungkin akan kita habisi siapapun yang berani mengganggu. Kenapa Ahmadiyah tidak melakukan itu yah?
ANEH BIN AJAIB dibalik penganiayaan kepada Ahmadiyah mereka malah mencetak sejarah yang gemilang bagi bangsa ini bahkan sebelum Bangsa ini merdeka.
Banyak juga jasa dari pengikut Ahmadiyah ini missal saja 1947 : Sayid Syah Muhamad Al-Jaelani meneriman 3 penghargaan dalam usahanya memerdekakan Indonesia.1966 : Arif Rahman Hakim seorang anggota Ahmadiyah digelari Pahlawan Ampera. Mencengangkan lagi, WR Supratman penciptan lagu kebangsaan “Indonesia Raya” dan “Ibu Kita Kartini” juga seorang Ahmadiyah. Mungkin masih banyak lagi yang tak dapat saya ketikan di sini.
Tak berhenti disitu saja, sekarang pun Ahmadiyah tercatat sebagai salah satu organisasi Pendonor Mata, Pendonor Darah terbesar dinegeri ini (awas jangan-jangan darah dan mata kita mengalir jasa Ahmadiyah ..hehe..) juga peran dalam social dalam lembaga “Humanity First” dan badan pengobatan Homeopathy telah melayani bangsa ini.
SUNGGUH TER-LA-LU Ahmadiyah ini, banyak juga jasa mu bagi bangsa ini walaupun dirimu dicaci-dibenci
Kata Ulama Ahmadiyah itu sesat musuh umat Muhammad saw., namun rasanya kok mereka itu bermanfaat seperti ajaran suci Muhamad saw.
By. Anom Manembah (Kompasiana)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar